Categories
Kesehatan

Tak Semua Pasien Kanker Payudara Perlu Kemoterapi

Tak Semua Pasien Kanker Payudara Perlu Kemoterapi
Tak Semua Pasien Kanker Payudara Perlu Kemoterapi

Kemoterapi adalah salah satu pasien kanker terkemuka dalam penggobatan tersebut. Namun, tidak semua pasien kanker harus menjalani kemoterapi.

Bedah Onkologi di Rumah Sakit Kanker Dharmais Walta Gautama terungkap dalam sebuah studi baru-baru ini, hanya 30 persen pasien yang membutuhkan kemoterapi.

“” Sisanya 70 persen dari kemoterapi karena enggak perlu efisien bisbol. Dengan demikian, jumlah kemoterapi untuk kanker payudara berkurang, “kata Walta di Jakarta, Rabu (2015/03/11).

Walta menjelaskan, kemoterapi disesuaikan dengan kondisi pasien. Karena, berdasarkan penelitian, tidak semua kemoterapi dapat memiliki efek positif bagi penderita kanker payudara.

“Ada dikemo meningkatkan, itu adalah identik atau sama, dan memburuk,” kata Walta.

Menurut Walta, sedikitnya sembilan parameter yang menentukan kemoterapi kebutuhan seseorang. Di antara mereka tergantung pada usia pasien, ukuran tumor, dan tingkat keganasan kanker.

Orang terkena kanker di usia muda, pertimbangan yang lebih besar untuk kemoterapi. Kemudian, jika ukuran tumor lebih dari 3-5 cm, pasien perlu kemoterapi.

“Juga ada enggak melihat kebocoran, misalnya, tumor ke dalam kanal. Dalam kasus kebocoran, kebijaksanaan kemo. Dilihat sebagai kelenjar getah bening dan hormonal “kata Walta.

Menurut Walta, faktor risiko untuk kanker payudara terutama karena faktor hormonal. Jika faktor-faktor hormonal yang kuat, sehingga kemoterapi dianggap tidak efektif untuk pasien. Langkah-langkah pengobatan dapat dipilih dengan terapi hormon.

Tidak hanya itu, Walta mengatakan bahwa pasien kanker payudara tidak selalu kehilangan dadanya. Jika ditemukan pada tahap awal, ukuran tumor tidak besar, dan terletak jauh dari puting, tidak memerlukan operasi pengangkatan.

cara konsumsi ling shen yao